Gila! Bercinta di Depan Orang Banyak

September 9th, 2007 by irzanasoygeboy

Emporium,  10 September 2007, 01.30 WIB

Baru kali  gue ngeliat  sex appeal  Suzzy begitu kelihatan. Muka pupengnya itu loh,. Weleh..weleh.. Seksi sekali. Bodinya putih bersih. Kayaknya kalau lagi neggak red wine, keliatan banget di lehernya. Gak sengaja, Suzzy yang masih ABG ini  melintas gak jauh dari rumah gue, tepatnya dekat gerbang perumahan gue. Gue tahu si Suzzy ini udah lama banget. Banyak lah pejantan-pejantan yang naksir kepadanya. Namanya juga spesies rumahan. Sangat terawat. Rajin ke salon dan selalu makan makanan bergizi.
Nah, pada saat yang sama, Suzzy yang masih jomblo itu berpapasan dengan Bimo. Bimo bukan pejantan biasa. Bodinya keren banget. Atletis.  Badanya gemuk, meski lemaknya masih keliatan nonjol.  Kalau dipoles  suruh lari 3 kali keliling senayan sambil ngangkat barbel kayaknya bodinya juga jadi..iya, jadi  tengkorak..hehehe

Mata Bimo seolah tak berkedip berpapasan dengan Suzzy. begitu juga dengan Suzzy. Wah, kayak film Titanic aja. seperti Jack (Leonardo Dicaprio) dan Rose (Kate Winslet). Senyum keduanya merekah. keduanya sama-sama tegang. Nafas keduanya tampak berdengus kencang. Mengikuti aliran adrenalin yang merasuk dalam tubuhnya. Kalau pake slow motion, jadi deh film The Matrix…hihihihi…

Wah, keramaian sore itu di depan gerbang perumahan saya, sudah tak diindahkan lagi. Bagi mereka, crowd berupa orang berjualan, orang-orang nongkrong hingga ibu-ibu yang sedang ngerumpi gak diliat lagi. sepertinya, dunia memang milik mereka berdua.

betapa kagetnya gue, ketika Bimo berani mendekati bibir Suzzy. seketika itu juga…cuuppppp,…. wah, busyet deh. Berani banget si Bimo. langsung nyosor kayak bajaj gak ada remnya. Dahsyatnya lagi, si Suzzy malah diam aja. Gak ada reaksi yang berupaya menggagalkan aksi nyosor itu.

Seolah-olah menerima, Bimo pun makin gila. Diciumi tengkuk Suzzy dengan lidahnya. Bahkan sesekali digigitnya. Sampai Suzzy pun mendesah hebat. Spontan, aksi nekat dua sejoli itu menjadi tontonan warga setempat. Anak muda yang liat tentu langsung mendekat. "Ayo..ayo teruss…teruss, asyik banget,” kata seorang pemuda sambil jingkrak-jingkran. Ada juga pemuda yang diam saja sambil memegangi selangkangannya. macem-macem aja.

Bagi ibu-ibu yang melihat, kejadian ini dianggap memalukan. salah seorang di antaranya ada yang melempar tomat. Padahal tomat itu baru saja dibelinya dari tukang sayur yang kebetulan lewat. "Hihihi..biarin aja lempar pakai tomat, biar beli lagi,” kata tukang tomat yang ngaso dulu sebentar, sambil nonton adegan mesum itu.

Meski banyak yang nonton, Bimo dan Suzzy seolah tak peduli. Apalagi nafsu keduanya memang ternyata sangat besar sekali. Dalam sekejap, tanpa busana sehelai pun di kedua bodo mereka, keduanya semakin gila. Ala dog style, Bimo menaiki Suzzy dengan indahnya. Di jalanan yang ramai itu, Bimo berulangkali memasukkan rudalnya sambil menggigit pundak Suzzy. Stelah dua menit, akhirnya Bimo dan Suzzy pun ejakulasi. Bimo tampak lemas. Sedangkan Suzzy langsung lari, setelah tersadar banyak yang nonton adegan "17 tahun ke atas" itu.

Tak lama kemudian ada yang memanggil,"Bimo..Bimo..kemana kamu..puss..pussyy..kemana," teriak seorang wanita. Si Bimo kemudian,"Meonggg..meonggg..meonggg…"
"Sini sayang makan dulu, aku baru aja beli ikan cue"," kata wanita itu sambil menggendong Bimo. Ya, Bimo adalah seekor kucing persia. Makannya rajin banget. Umurnya yang sedang ABG, sedang rajin-rajinnya menggagahi betina lain. Tak heran, Bimo tampak sehat sekali. Hewan berkaki empat dan berekor itu memang piaraan Bu Sodikin tetangga gue. Sedangkan Suzzy, itu kucing kampung biasa. Karena perawatannya bagus, jadilah kucing itu juga banyak yang naksir, termasuk kucing bule keturunan persia itu.
Ah, kucing-kucing itu memang sangat percaya diri kalau sedang bercinta. Tak peduli berapa banyak orang yang menonton adegan mesra itu. Kalau yang tungging-menungging itu manusia, bagaimana ya jadinyaa…

Tanda Sayang untuk Mama

August 23rd, 2007 by irzanasoygeboy

Emporium, Jakarta, 24 Agustus 2007  02.00 AM

Akhir pekan lalu, gue jalan-jalan  ama temen lama gue.  Dia  termasuk pria yang sukses. Kalau kerja pakai dasi. Sudah mapan, bermobil dan masih single pula. Kita keliling2 Jakarta, sekadar bernostalgia saat2 masih kuliah dulu. Dia mengaku, kalau materi yang didapatnya sudah lebih dari cukup. Dia tak pernah bermimpi, apa yang didapatnya saat ini sudah dimilikinya.
Apalagi?Deposito kah?  kendaraan pribadi kah?  Bahkan, kata dia, bulan depan negosiasi proses KPR untuk punya rumah Tipe 45 sudah di depan mata. Ya, teman gue si Mister X ini memang sukses. Gue kadang iri dengannya. "Dulu elo kayaknya bloon banget. Apa2 males, kuliah males. Kok bisa sih?,” kata gue penasaran.
Dia cuma tersenyum kecut. Baginya, materi yang didapatnya itu bukan lah  apa yang dicarinya. 
So, apa yang kurang? Mendengar itu,  dia melambatkan alur mobil sedannya. Siaran Prambors yang terdengar sayu pun dimatikannya.  Matanya memerah.  Sepertinya nafasnya juga kian berdengus kencang.  Tak berapa , air matanya mengalir perlahan.
"Loh..loh…jek..kenapa loe nangis?," kata gue  penasaran. Gak berapa lama kemudian,"Gak apa-apa Zan, gue merasa feeling guilty aja,” kata  si pria yang TOEFL-nya mentok 550 ini.
Dia melanjutkan kisahnya. baginya, pujian yang gue berikan kepadanya ibarat beban yang amat sangat. Di saat dirinya tengah berada di puncak karir, materi yang berlimpah dan pesona yang luar biasa, justru bunda tercintanya sudah tiada.
Ternyata, tepat setahun sebelum Ramadhan ini, bunda tercinta dari sobatku ini meninggal dunia dengan tenang. Si Tante, biasa aku memanggil, meninggal dunia karena penyakit jantung.
Bagi  temanku ini, kehilangan bunda tercinta seperti kehilangan keseimbangan hidup. Di mana saat  sekolah dan kuliah, dirinya merasa hidupnya berantakan, tertekan dan  serba kekurangan. Dan, kini, bisa berubah karena peran orang tuanya. Sejak bundanya meninggal dunia, temanku itu memang berubah total.Wanita yang kerap mengingatkannya untuk makan, belajar, sholat sampai baju yang kurang bersih itu sudah tiada.
menghadapi Ramadhan tahun ini, dia masih trauma. Takut seperti tahun lalu. Tidak bisa lagi memeluk erat,  mencium mesra dan bermanja-manja dengan mama tercintanya. Inilah yang membuatnya begitu terpukul. Materi melimpah yang dimilikinya, seakan tiada artinya.
Dia ingin flash back dua tahun lalu. Di mana bisa memeluk mamanya sambil menangis untuk memohon ridho agar dimaafkan saat berlebaran. Ini adalah tahun kedua baginya, di mana dia tak bisa memandangi dan memberi bundanya tanda sayang. "Gue merasa berdosa, Zan, gue anak durhaka,” kata lelaki berbodi tegap itu sambil terisak.
Saat itu, gue gak bisa berkata apa2. Gue gak pernah berpikir sejauh itu. Alhamdulillah, keluarga gue masih komplet. papa mama sehat walafiat. "Sabar aja jek, cobaan kan bukan cuma dengan kehilangan orang tercinta. Tapi juga materi yang serbacukup ini," kata gue mencoba berkata bijak.
bagi gue sendiri, ini seperti warning untuk mengingatkan gue akan arti hidup sebenarnya. Jangan lupa saat ada di bawah maupun di atas. Sejak itu, gue janji ingin memberi perhatian lebih untuk orang tua, terutama si mamah. meski kadang cerewet soal makan, sholat atau kebersihan kamar, ah ternyata dia memang wanita yang luar biasa. Rasa cinta mama terhadap anak-anaknya tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun juga.
Gak terasa, perjalanan yang dimulai sejak Plaza Senayan itu sudah nyaris sampai Taman Mini. hari sudah semakin larut. Gue minta dianterin lagi ke tempat semula. Dan, saling memberi nasehat untuk saling menjaga diri.
Gue sempat bilang ke dia,"Di saat mamamu sudah tidak ada, kamu masih punya papa untuk dikasihi. Jikapun papa sudah tidak ada, masih ada keluarga atau adik-adikmu. kalaupun tiada, kamu punya tanggungan terhadap anak yatim piatu untuk kamu berbagi rezeki.”
Dia kembali senyum.Gue bersalaman erat sebagai tanda persahabatan sejati. Sukses jek!!!
(((Dedicated to Rick Falcon))))

Mau Pipis Bayar Rp 20 Juta!

August 22nd, 2007 by irzanasoygeboy

Graha Pena Jakarta, 23 Agustus 2007 01.07 AM

Manusia memang harus belajar dari pengalaman. Itulah guru yang paling bijaksana. Janganlah terlalu angkuh, dengan menyebut pengalaman hanya harus dilupakan. Betapa meruginya orang-orang seperti itu. Toh, pengalaman kan bukan "Diktator" alias jual diktat beli motor..hihihi..(inget masa-masa SMP).

Pelajaran berharga saya dapati dari tetangga saya. Beberapa waktu lalu, tetangga saya yang merupakan seorang eksekutif di Bursa Efek Jakarta itu pulang pergi ke rumah sakit. Dikit-dikit keluar duit jutaan rupiah. Beli obat yang setumpuk saja udah ngabisin seperampat gajinya dia.

Urusan duit sebenarnya bukanlah masalah bagi dia. Tapi bayangkan, untuk pengobatan sederhana saja di rumah sakit, dia sampai harus merogoh tabungannya yang sudah didepositokannya selama setengah dasawarsa. Apa sih penyakitnya? Sederhana! tetanggaku itu cuma susah buang air kecil. Saluran kemihnya mampet. Katanya, antara glan penis dan kantung kemihnya tersumbat oleh kotoran. Entah itu lemak atau batu-batu yang tak tersaring oleh lambung. Tak heran, ketika harus pipis, baginya itu adalah penderitaan yang amat sangat.

Kalau saya yang kencing..bisa langsung byurrrr…ceerrrr.,….cerrrr..kalau dia mungkin cuma..clak..clakk..clak..mirip keran PDAM lagi mati. setetes demi setetes. Itulah yang membuatnya sangat menderita. Sakitnya juga luar biasa. Malu-malu dia bilang,"Biar gak repot, saya juga terpaksa pakai pampers,” kata dia sambil menunduk.

Ah, masak sih. Udah berkumis kok pake pampers..hihihi. But its okay, namanya juga dalam perawatan. "Biar gak repot ke WC Mas, maklum keluarnya juga setetes doang," kata dia tengsin.

Sudah berminggu-minggu dia dalam masa perawatan. Hingga akhirnya dia harus menjalani operasi kantung kemih. Saluran kencingnya dibersihkan. Obat-obatan modern hingga tradisional pun dilahapnya. Alhasil, dia berhasil pipis dengan tenangnya. Dia pernah bercerita, ketika sedang naik taksi di pinggiran jalan tol pernah merasakan ingin pipis. Dia terpaksa memberhentikan taksi tersebut. Sekadar ingin menikmati, betapa kencing adalah karunia Tuhan yang tak terhingga.

Baginya, bisa kencing kembali adalah rahmat yang tiada tara lezatnya. Setiap kncing di WC kantornya, dia berdiri paling lama. meski air kencingnya juga sudah tak keluar lagi. bagi dia, keluar duit Rp 20 juta agar bisa mengeluarkan air seni dari tubuhnya adalah pelajaran yang sangat…sangat..sangat berharga. Tentunya, agar manusia menikmati dan menghargai ciptaan Tuhan.

Ya, manusia terkadang melupakan bahwa kenikmatan dari Tuhan itu bukan hanya rezeki yang melimpah, pekerjaan yang bonafid, atau mobil yang keren. Kenikmatan sesungguhnya adalah kesehatan yang tiada tara. Bayangkan, bagaimana jika kita kesulitan untuk pipis saja, atau sulit untuk duduk saja, atau sulit menekukan telunjuk atau sakit gigi sekalipun. Barulah kita ingat Tuhan, betapa anugerah yang Dia berikan memang tiada tandingannya. So, belajarlah menghargai ciptaan Tuhan.

((((Dedicated to Prista. belajarlah menikmati apa yang Tuhan berikan)))

Belajar Menghargai Hidup dari Para Kurcaci

August 6th, 2007 by irzanasoygeboy

7 Agustus 2007

Whats a life. Sometime getting bored, sometime so much fun. Kadang menderita saat akhir bulan, kadang foya-foya di awal bulan. Duh, sulitnya hidup. Kadang kita mengeluh terhadap apa yang kita terima. Entah itu fisik, karir, pertemanan hingga hubungan cinta sekalipun. Tak ada salah, belajar arti hidup dan mencintai hidup dari para kurcaci.
Seminggu lalu, saat gue lagi menikmati malam di Taman Ismail Marzuki, gue kaget dengan 20 pasang anak-anak kecil yang sedang bermesraan. Saling berpegangan tangan. Tinggi mereka tak lebih dari 130 cm. Ada juga yang berlari-lari kecil, hanya setinggi aqua galon. Anak kecilkah mereka? Ouw, ternyata bukan honey. Mereka adalah komunitas orang-orang mini. Mereka berkumpul, merasa senasib dengan takdir yang diberikan Tuhan.
Penasaran juga melihat keberadaan mereka. Ah, kenalan ah. ternyata mereka sangat welcome. Jhon, salah satu yang dituakan menyambut saya dengan ramah. Saya ngobrol sejenak sambil membungkukan badan saya. Jhon berbisik ke telinga saya,”Mas, kalau boleh saya minta nomor Anda. nanti saya kontak kalau sebagian anggota kami sudah kumpul.”
Weldone! Selang beberapa hari kemudian, Jhon menelpon. “Mas, kita mau lathan nih. Datang ya, kita juga mau latihan ketahanan nafas, sekalian aku kenalin istri aku.” Wel…well..gue langsung melesat ke Matraman. Jauh memang. But its okay. Gue temuin sebuah gubuk reyot. Di lantai 3 gaduh banget. Kotor dan panasnya..wuihhh. Tapi aroma panas pun mendadak hilang, mereka ramahnya bukan maik. Begitu masuk..mereka semua langsung menjulurkan tangan. Tangan2 mungil mereka menyapa dengan ramah.
yes, they’re nice. Mereka adalah kumpulan orang2 yang mau bertahan hidup. bagi mereka, pantang hukumnya jika fisik menjadi kendala menyerah dengan kerasnya tempaan Jakarta.
Di antara mereka, mulai dari lulusan universitas sampai yang tak lulus SD. Ada yang punya keluarga sampai dibuang oleh orang tuanya, karena dianggap aib. Syarat jadi anggota ini,”tingginya maksimal 130 Cm,” kata Jhon malu-malu.
saat yang lain belajar menari, Jhon bercerita banyak tentang kisahnya. Ternyata, dia adalah sarjana ekonomi. Pernah menjadi staf humas di pemda Lampung. Dia banting stir dari PNS karena tak kuat selalu dianggap remeh. Pindah ke Jakarta tak membuatnya patah arang. “Gue gak pengen, karena kerdil gue menyerah,” katanya mantap. Dia pun latihan menari sampai akting. Ah, untunglah ada seorang sutradara uang mengetahui. Di sinilah awal karirnya. Dari jadi pocong sampai kuntilanak dia lakoni. rupiah demi rupiah dia tabung. Sampai akhirnya dia membeli sebuah Harley mini. Kebahagiaan Jhon pun kian sempurna. Di usianya yang sudah 30 tahun, dia sukses mempersunting gadis idamannya. Sama halnya dengan Jhon, istrinya juga mini. Tingginya cuma 100 cm. “Saya bahagia luar biasa. Hidup saya lengkap. Tuhan itu adil. Tubuh tidak sempurna, tapi saya punya istri yang sholehah, pengertian dan tulus kepada saya,” kata Jhon dengan mata berkaca-kaca.
mendengar Jhon berkata demikian, istri Jhon yang kebetulan berada disampingnya seperti hendak menahan tangis. Dia menunduk. Matanya memerah. Butiran air pun keluar dari bola matanya yang mungil. “Saya juga bersyukur. Hidup saya kerdil, tapi berkat Jhon saya bisa tau arti hidup sebenarnya,” kata Pipiet, istri Jhon. Pasutri muda itu ternyata sudah mapan. keduanya bisa membeli sebuah rumah yang juga mini lengkap dengan furniturnya. “sekali lagi, Tuhan itu maha adil. salah sekali jika manusia2 yang tubuhnya sempurna, selalu menyesali hidup,” kata Jhon yang berulangkali memberi petuah.
kemesraan yang sama juga dirasakan Bul-bul. Dia tak mau disebut nama aslinya. baginya, nama komersil justru pembawa hoki. Beberapa tayangan sinetron pernah dia bintangi. Apalagi kalau bukan urusan film setan atau kuntilanak. “Wajah gue, kalaupun gak dirias pun udah kayak tuyul,” katanya. Bul-bul juga sudah beristri, sama-sama cebol. keduanya sedangmesra-mesranya. “Maklum mas, kami baru m enikah sebulan lalu,” kata Bul-bul malu-malu.
Wah, beli baju baru dong kalau udah berumah tangga? Ehm ternyata iya loh. Uniknya, Bul-bul beli baju di konter anak-anak. Untuk istrinya saja, dia beli baju yang merek B-Gosh..hihihih…trus-truss…malem pertamanya. “Kita berdua kan kecil, yah di sofa pun jadi lahhhh…hahahahah…” kata Bul-bul yang lantas dicubiti perutnya oleh bininya.
Ya, merekalah orang-orang begitu memaknai hidup. mengisi hari-harinya dengan cinta dan kemesraan, meski dibalut dengan ketidaksempurnaan. keduanya tak kelar sekolah, karena tak kuat selalu diejek oleh temannya. Cinta tulus dengan pasanganlah yang membuat Bul-bul, Jhon, Pipiet dan 300 ribuan orang kerdil jakarta yang mampu bertahan.
Dia merasa heran, kalau ada orang2 Jakarta stres, karena menganggap wajahnya tidak ganteng atau cantik. Tidak kaya, tidak punya mobil, tidak punya rumah mewah. maki n heran, kalau kerja tapi selalu menggerutu. “Pekerjaan itu amanah. kami tidak bekerja dengan memakai seragam, tidak pula punya kantor dengan gedung pencakar langit. kantor kami hanyalah gubuk butut berdebu dan berbau. tapi kami senang,” tambah Jhon.
sepulang dari tempat itu, gue jadi banyak berfikir dan berfikir. Beruntungnya gue. meski dengan wajah tidak tampan, tapi Allah memberi gue tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan Jhon dkk. Kita memang harus selalu bersyukur. Janganlah lihat ke atas untuk ukuran materi. karena itu emmang tiada habisnya. Jika Anda punya penghasilan berlebih, berilah orang lain sedikit saja, agar orang lain merasakan nikmatnya rezeki itu. Jika Anda kekurangan, bersabarlah, karena Tuhan akan mendengar keluh kesah kita. Tuhan pasti akan memberikan sesuatu, entah itu kapan, sesuatu yang bisa membuatnya hambanya tersenyum bahagia. semoga!

(((dedicated to Prista. Don’t desperated, honey…”)))

Tequilla..Vodka..Tequilla

August 2nd, 2007 by irzanasoygeboy

Kemanggisan, 3 Agustus 2007.  02.16 AM
Tepat 24 jam yang lalu, gue, Kum, Sin, Nel dan  beberapa ekor teman lain kongkow bareng. Yang punya hajatan adalah Bu Nel. Berkat sihir dialah, kita bisa nongkrong sambil nyalurin bakat nyanyi  di Boutique Hotel. tempatnya oke, nyaman pula. Thanks ya Nel. Yang paling oke sih, Its all free!
sebagai calon bintang KDI, gak oke dong kalo nongkrong gak  sambil mencicipi yang anget2.  Sebagai newbie, tentu agak tertegun juga ya ngeliat sebotol tequilaa yang udah kosong. Siapa yang ngabisin yak? busyeeett dah.
Dont worry be happy, ternyata ada sebotol lagi. Tentu saja bukan buat sendiri. Untuk ber-7 ajah…mmhhh. Cukup  tiga selop ajah, wuihhh..kepala  langsung nang..neng..nong…kayak denger suara gereja katedrall..hehehehe. Berteriak2 ria nyanyiin lagu PeterPan, ah cukup sudah. takut ada produser yang denger.
gak kuat pulang, gue  balik ke kantor lagi. Eh, ketiduran meski masih sempat sholat shubuh…hihihihi. bangun jam 11 siang euy…dibangunin ama tukang sapu..Maap mas mau dipel dulu, bisa pindah ke tempat lain? ”okeh..okehh…,” kata gue. Gue pun tidur langsung dengan nyenyakknya. Tapi kemudian, gue sayup2.."jadi target pemasaran kita adalah di pingggiran Jakarta. Asalkan deadline koran lebih Ontime" gue terperanjat bangun..alamakkkk..gue tidur saat orang2 rapat,….gerasa-gerusu, kayak mahasiswa kehilangan dompet. gue langsung cuci muka dan (masih inget) pake rexona dan sikat gigi…hehehe. langsung pergi ke ITC permata hijau beli baju. Tanpa mandi, langsung ketemuan ama Dubes Rusia Alexander Ivanov. Puihhh..lega rasanyoo. Ternyata gue datang terlambat, gue ada di penghujung acara. Acara mau bubaran, tamu dipersilakan mencicipi Vodka yang dibawa langsung dari Rusia. kata salah satu wartawan,"Bos, you mesti coba sebagai tanda penghargaan bagi mereka. Mereka negara yang sangat mencintai produk dalam negeri" Glekkk…aroma Tequilla masih ada di otak gue nih. Tapi.."glekk..glekk..glekk.." Vodka abis satu slop. Hidung langsung panas. tenggorokan kayak kebakar. kepala puyeng kayak abis minum puyer cap bintang tujuh empat gelas…aduuhh.
Abis itu..kring,,,,kringg…wah ternyata ada janjian juga ke Hotel Mulia. AGAIN…LATE..LATE again. Ya, ternyata hari itu adalah wisata kuliner masakan Meksiko dan jepang. Pas datang, lagi-lagi ketinggalan menu utama. kebetulan saat itu waktunya mencicipi desert. Dan menu utamanya…glek…Tequilla dari meksiko. Gue langsung ambruk di kursi..Grounge Lounge. Kata si PR,"kok loyo amat mas". Kata gue,"eh..eh..nggak Mas, ini kepala abis kepentok sangkar perkutut,” kata gue sekenanya. Gak berapa lama,gue mencicipi beberapa makanan kayak puding yang berbahan Tequilla itu. kalo di film kartun, mungkin kepala gue udah ada burung tweety-nya kali yaa…hueuehuehue…
Whats a strange day..Tequilla..Vodka..Tequilla…   

Kisah Seorang George Best

August 2nd, 2007 by irzanasoygeboy

Kemanggisan, 3 Agustus 2007. 1.44 AM
Oo…begini ya rasanya menjadi seorang George Best. Legenda Manchester United ini meninggal dengan indah di usianya yang sudah senja. Harta, takhta dan wanita. Semuanya dia miliki. Gaya hidup flamboyan, hedonis plus lengkap dengan nyekek botol Jack Daniels or Cocktail kesukaan dia. Istrinya cantik. Mirip Marilyn Monroe masih muda. Mobilnya seabrek, termasuk yang terakhir Rolls Royce Phantom yang harganya Rp 8 miliar…ck..ck..ck.
Ciri khas utamanya, begadang sampe pagi sambil nenggak bir favoritnya sambil nonton Wayne Rooney berlaga di Old Trafford. Mmmhh…nikmat benar.
Gue emang bukan George Best. Tidak tenar, tidak kaya, tidak pula berwajah tampan. Ibarat kejuaraan balap mobil, yah paling gue sepadan dengan Mobil GoKart 50 Cc..khusus junior lah..hahaha. Yup, thats me. Sedangkan Thomas Djorghi, yah sekelas Formula Asia 3000 lah..hahahaha.
Duh, makin malem makin ngelantur ajah. Biasa nulis. Gak bisa tidur nyenyak kalo gak belum nuangin unek-unek ke halaman ini. Dulu, gue suka nulis diary (jujur aja) malah yang ada gemboknya segala..hahahaha..zaman SMP tuh. sempat juga nulis surat ke sahabat pena. surat balesannya sekarang sudah mencapai setengah karung!!!!
Sekarang lost contact semua. Ada yang dari Merauke, Padang, pangkal pinang, Kendari, Belanda, Ciledug. Wah, banyak banget. Sometime, gue rinduin saat2 kayak gitu. senyum2 sendiri saat sedang menulis. malah, sempat juga menitikkan air mata ketika harus membalas surat teman, yang mengabarkan orang tuanya meninggal dunia. salah satu isi surat gue,"Sorry friend, sebagian tulisan ini terhapus oleh air mata yang keluar secara tidak sengaja. Gue pengen elo kuat hadapi cobaan, tapi justru gue sendiri yang ambruk oleh surat-surat loe."

Hadiah untuk Adik tercinta

July 30th, 2007 by irzanasoygeboy

Selasa, 31 Juli 07  01.00 WIB

Gak terasa, hari demi hari bergulir begitu cepatnya. Baru kemarin, rasanya melihat nyokap gue mengandung dengan perut buncit. Eh, besok bayi mungil yang dulu dikandung itu sudah menginjak umur 14 tahun. Wow! Ya, adek gue si lelaki yang ganteng kayak abangnya ini akan berulang tahun. Dia menginjak masa-masa ABG. Suaranya memberat, bahkan ada jerawat beberapa di pipinya.
Wah, hadiah ultah apa yang cocok untuk adikku yang satu ini.mobil2 an udah gak zaman, handphone, modalnya kurang. Mmmhhh apa yaa…

Yang jelas, hari ini gue libur. Sore ini mau ngubek2 Jakarta buat nyrai hadiah istimewa untuk adiikku yang sering aku bikin nangis ini. (maklum, abangnya kalo lagi iseng, suka jahil..sorry ya my younger brother)…

Selasa ini, pengennya rileks..paling banter juga nonton bioskop aja. Apa ya, yang bagus Painted Veill or Simpson the Movie. kayaknya perlu nyari sinopsis dulu…or any idea guys????
Tampaknya ini seperti kehidupan hedonis yang serbawah dan hambur2kan duit. Tapi, menurut gue, ini gak juga. Nonton bioskop seminggu sekali malah menjadi obat pelipur kepenatan. Ngabisin Rp 50 ribu aja, apalagi bareng orang tersayang, tentu rasanya sejuk. Dan menjadi obat mujarab penghilang stres. Bayangkan, dalam seminggu kita enam hari kerja. dalam sehari, kerja mencapai 8 jam-an, sisanya tidurr..So, kapan mencari hiburan. Agendanya,  hari ini mencari barang dan  nonton  sekaligus wisata kuliner…:). Duh, ini lah hari yang gue nantiin.